Tutorial lengkap memindahkan hosting WordPress selfhosted

Artikel ini telah dibaca 3498 kali.

hostingSeminggu ini saya suntuk berat. Gara-garanya blog ini sudah dua kali kena limit bandwidth. Kalau yang pertama dulu saya sabar menanti pulihnya bandwidth, yang kedua ini saya tidak bisa lagi menunggu. Saya tidak ingin mengecewakan visitor yang sudah mulai mencapai tiga ratusan per hari. Daripada kena limit bandwidth lagi, akhirnya saya memutuskan pindah hosting. Berikut ini adalah tutorial lengkap memindahkan hosting WordPress selfhosted, seperti yang telah saya lakukan.

Saya telah dua kali memindahkan hosting. Yang pertama dulu lancar. Yang kedua ini agak ribet. Mungkin karena servernya menggunakan sistem yang berbeda. Satunya menggunakan cPanelX, satunya menggunakan DirectAdmin.

Jika Anda memang seorang blogger, hukumnya wajib untuk membaca artikel ini dan mengkoleksinya. Siapa tahu kelak Anda membutuhkannya.

Inilah langkah yang telah saya lakukan:

  1. Masuklah ke control panel hosting lama, kemudian masuk ke menu Database | MySQL | phpMyAdmin |, lalu klik tab Export
  2. Select semua database, kemudian di menu save as file di bawah berilah nama apa saja, lalu pilih zipped untuk compression file, dan klik | Go | untuk mendownload database.
  3. Download semua file pada folder | Public HTML | di hosting lama. Anda bisa masuk melalui control panel atau  menggunakan software FTP Filezilla. Lihat di sini tentang tutorial menggunakan Filezilla.
  4. Saya asumsikan Anda telah menginstal WordPress di hosting yang baru. Buatlah database baru di account hosting baru. Perlu diingat bahwa setiap hosting bisa saja memiliki menu pembuatan database yang berbeda. Intinya carilah menu untuk membuat database baru. Dari base baru tersebut catatlah: Database name, database user, database password, database Hostname.
  5. Bukalah file database yang telah didownload pada langkah 2 dengan notepad. Jika file dalam bentuk zip silakan diekstrak dulu. Anda akan menemui teks yang acak-acakan. Dengan menggunakan menu | Find | pada notepad (Ctrl + F) carilah teks CREATE DATABASE. Jika anda menemui tulisan semacam ini : CREATE DATABASE `sembarangnama` DEFAULT CHARACTER SET latin1 COLLATE latin1_swedish_ci;USE R`sembarangnama’ harus dihapus. Setelah itu simpanlah file yang telah diedit tersebut.
  6. Pada hosting baru, masuklah ke phpMyAdmin database yang telah dibuat pada langkah 4, carilah tab | Import | kemudian import file database dari hosting lama yang telah diedit pada langkah 5.
  7. Buka file wp-config.php dari file yang telah didownload dari hosting lama pada langkah 3 dari menggunakan notepad, kemudian edit file wp-config.php. Ubahlah Database name, database user, database password, database Hostname sesuai dengan database yang baru (langkah no 4). Setelah diedit jangan lupa di-save.
  8. Upload kembali semua file pada Public HTML hasil download dari hosting lama (langkah 3) termasuk file wp-config.php yang telah diedit (langkah 7) ke hosting baru. Agar lebih mudah dan terkontrol, gunakan Filezilla. Jika muncul notifikasi overwrite, langsung yes (tindas saja). Sebelum langkah ini selesai, jangan masuk ke langkah nomor 9. Jadi tunggulah beberapa jam bergantung kecepatan koneksi internet Anda.
  9. Masuk lagi ke control panel hosting lama, dan ubahlah alamat DNS (domain name server) di hosting lama dengan alamat DNS hosting baru.
  10. Tunggu beberapa saat, bisa beberapa menit hingga bisa mencapai 24 jam sebelum blog Anda bisa diakses kembali. Atau, beberapa saat setelah memindah DNS, Anda bisa cek di sini untuk melihat apakah DNS telah berubah. Isikan alamat blog Anda, dan klik | Report | untuk melihat perubahan DNS. Jika DNS telah berubah ke alamat baru berarti blog Anda sudah bisa diakses kembali

Catatan : Lakukan langkah di atas dengan cermat. Jangan lupa untuk membuat file backup hasil download, untuk berjaga jika saja saat mengedit file Anda melakukan kekeliruan.

Nah, apakah langkah tersebut pasti berhasil? Seperti yang saya ceritakan di atas, pindah hosting yang pertama saya lakukan berhasil dengan lancar menggunakan langkah-langkah tersebut. Tapi, untuk yang blog ini masih ada kendala. Bisa jadi Anda juga mengalami hal yang sama.

Kendala yang muncul adalah blog tidak bisa diakses dan muncul notifikasi seperti ini:

HTTP 500 – Internal Server Error”

Menurut hasil saya sewaktu Googling, kesalahan ini sebenarnya bukan kesalahan Anda, melainkan kesalahan server atau plugin yang telah Anda instal.

Lantas cara mengatasinya bagaimana? Sebenarnya banyak kemungkinan yang memunculkan notifikasi ini. Jadi tidak bisa langsung tunjuk. Tetapi banyak yang bilang ini karena file .HTACCESS error. Nah, kalau Anda adalah blogger biasa seperti saya yang tidak menguasai CSS dan PHP, langkah berikut ini bisa ditempuh:

  1. Bukalah file .HTACCESS dengan notepad. File ini hidden, jadi sebaiknya menggunakan Filezilla agar lebih mudah. Carilah file ini di dalam folder publlicHTML, lalu klik kanan dan pilih | View/Edit |. File akan terbuka dengan notepad.
  2. Carilah teks ini: # END WORDPRESS agar lebih gampang gunakan Ctrl+F. Setelah ditemukan, tambahkan teks ini: AddType x-mapp-php5 .php setelah # END WORDPRESS. Lalu | Save | dan cobalah akses kembali blog Anda.
  3. Jika dengan cara tersebut tidak berhasil, kemungkinan lain disebabkan oleh ulah plugin yang Anda instal. Coba langsung hapus saja file .HTACCESS tadi, dan cobalah untuk mengakses kembali blog Anda. Otomatis file .HTACCESS akan dibuat kembali saat Anda mengakses blog.
  4. Jika dengan kedua cara tersebut blog Anda tidak bisa diakses, maka jalan terakhir Anda harus minta bantuan admin servernya. Jelaskan apa saja yang telah Anda lakukan agar mereka lebih cepat menemukan solusinya.

Jangan malu minta tolong kepada admin servernya. Blog ini dan beberapa blog saya yang lain hosting di di sini. Pertama dulu saya cuma coba-coba. Akhirnya semua blog saya hosting di sini. Layanannya cepat dan jitu. Apalagi Mas Hadi sang ownernya, langsung turun tangan sendiri. Pernah saya dibantu Mas Hadi memperbaikai blog saya jam satu malam dan langsung beres!

Apakah semua beres setelah dibantu admin servernya? He he he belum tentu juga. Bisa jadi Anda menemui notifikasi baru lagi seperti di bawah ini:

Warning: is_dir() [function.is-dir]: open_basedir restriction in effect.
File(/) is not within the allowed path(s):
(/home/MY_ACCOUNT:/usr/lib/php:/usr/php4/lib/php:/usr/local/lib/php:
/usr/local/php4/lib/php:/tmp) in /home/MY_ACCOUNT/wp-includes/functions.php
on line 1942

Kalau error seperti ini tampaknya lebih mudah. Notifikasi ini muncul karena masalah kekeliruan linkpath. Coba Anda lakukan langkah ini:

  1. Masuklah ke control panel, lalu masuk ke database. Bukalah database Anda, lalu carilah tabel wp_options
  2. Kemudian lihatlah pada bagian tab option name sebelah kanan. Jika terdapat option_name = ‘upload_path’ dengan nilai option_value = ‘/home/MY_ACCOUNT/wp-content/uploads’, klik | Edit | gantilah dengan ‘wp-content/uploads’ (tanpa tanda petik). Jadinya begini option_value = wp-content/uploads.
  3. Jangan lupa | Save |
  4. Cobalah akses blog Anda.

Nah, sekarang Anda tahu susahnya memindahkan hosting WordPress. Makanya lain kali kalau memilih hosting jangan sembarangan. Perhatikan harga, space dan bandwidth, serta supportnya. Jangan sampai kena limit saat jumlah visitor naik seperti blog ini.

Tags: memindahkan hosting pindah hosting pindah hosting worpress tutorial memindahkan hosting wordpress tutorial pindah hosting wordpress

Related Post "Tutorial lengkap memindahkan hosting WordPress selfhosted"

Habis Google Panda terbitlah Google Pinguin
Google PandaSetelah dulu Google merilis update algoritma
Mengenal berbagai jenis hosting
Sebagai seorang blogger atau pebisnis online, ada
37 Free Premium WordPress Themes
Saya sharing lagi tentang theme wordpress. Berikut
Free Premium WordPress Theme
Bagi Anda yang mencari theme Wordpress dengan