Lagu Buat Alien

Artikel ini telah dibaca 3633 kali.

Ahli Fisika Teoritis terkemuka asal Inggris yang juga Guru Besar Cambridge University, Stephen Hawking, ternyata mendukung pandangan sebagian kalangan yang percaya bahwa mahluk luar angkasa memang ada. Mahluk yang populer disebut alien itu diduga berupaya mencari planet-planet yang menyimpan sumber daya yang mereka butuhkan. Kehidupan alien, menurut Hawking, hampir pasti ada di banyak tempat di jagat raya. Tidak hanya di planet, namun juga di pusat bintang-bintang, atau bahkan mengambang di ruang antarplanet.
Pandangan Hakwing atas kehidupan alien  berdasarkan keyakinannya bahwa jagat raya memiliki 100 miliar galaksi. Masing-masing galaksi memiliki ratusan juta bintang. Maka, dalam ruang yang begitu besar, Bumi tampak bukan satu-satunya planet yang memiliki kehidupan.  Menurut Hawking, rupa alien bisa saja sama dengan mikroba atau hewan biasa yang merupakan tipe mahluk hidup yang paling lama menghuni bumi.
Pandangan Hawking itu sebelumnya diperkuat oleh sejumlah penemuan ilmiah. Sejak 1995 telah ditemukan lebih dari 450 planet yang mengorbit di bintang-bintang yang jauh. Planet-planet yang ditemukan itu diperkirakan berbentuk lebih besar dari Bumi, namun perkiraan itu masih harus dibuktikan lebih lanjut karena penemuan ini menggunakan teleskop yang teknologinya kian berkembang.
Sementara itu Hawking juga memberi komentar tentang “perbuatan iseng” yang pernah dilakukan Badan Antariksa Amerika Serikat (AS), NASA. Dua tahun lalu, NASA mengirim sinyal ke luar angkasa berupa sebuah tembang dari grup pop legendaris The Beatles. Tembang itu berjudul, “Across the Universe” (Melintasi Alam Semesta). Sama seperti Hawking, para ilmuwan NASA percaya bahwa ada kehidupan lain di luar Bumi, bahkan di luar galaksi yang dihuni Matahari dan keluarganya.
Mengapa yang dipilih tembang “Across the Universe”?  Menurut CNBC, lagu ini, merujuk pada syairnya, merupakan ungkapan pesan damai dari NASA kepada mahluk lain di luar sana. Selain itu juga merayakan 40 tahun penggarapan hit karya duo John Lennon dan Paul McCartney itu yang merupakan punggawa The Beatles.
Tembang itu dikirim NASA pada 4 Februari 2008 dari stasiun transmisi Deep Space Network di Madrid, Spanyol. Sinyal itu disampaikan ke Bintang Utara (North Star), di jagat Polaris, yang berjarak sekitar 4.000 triliun km dari Bumi! Itulah sebabnya, menurut perhitungan NASA, sinyal dengan kecepatan 186.000 mil per detik tampaknya baru sampai ke tujuan pada tahun 2439!
Nah, bagaimana seandainya kelak, entah kapan, ada jawaban dari alien tersebut?
Hawking  mengungkapkan bahwa manusia sebaiknya tidak berhubungan dengan mahluk luar angkasa. “Bila alien menyambangi kita, hasilnya sama saja ketika Columbus mendarat di [Benua] Amerika, yang berakibat tidak baik kepada penduduk asli Amerika,” lanjut Hawking.
Sebuah program yang ditayangkan Discovery Chanell  menayangkan skenario yang menunjukkan bentuk kehidupan alien di dalam sebuah pesawat besar dan sedangkan menjalankan misi untuk mencari sumber-sumber alam baru setelah persediaan di planet mereka sudah habis. “Alien-alien itu kemungkinan menjadi nomaden, berupaya untuk menaklukan dan membuat koloni di planet-planet manapun yang mereka capai,” ujar Hawking.
Sebagai mahluk hidup, alien punya intelegensia dan daya ancam. Itulah sebabnya ilmuwan berusia 68 tahun itu memperingatkan bahwa kontak dengan alien bisa berbahaya bagi kehidupan manusia, karena mereka bisa saja menyerang Bumi demi mendapatkan sumber daya yang mereka . “Kita hanya memandang diri kita saat berpikir betapa kehidupan intelegensia dapat berkembang menjadi sesuatu yang tidak ingin kita hadapi. Saya bayangkan mereka [alien] mungkin ada dalam pesawat-pesawat yang besar setelah menggunakan semua sumber daya dari planet mereka,” kata Hawking. “Alien-alien yang telah maju itu kemungkinan telah menjadi nomad, berupaya untuk menaklukan dan membuat koloni di planet-planet manapun yang bisa mereka raih,” lanjutnya.

Untuk diketahui, bahwa Stephen Hawking adalah tokoh Fisika Teoritis abad ini. Teorinya yang dikemukakannya dikenal dengan “Theory of Everything” (Teori tentang Segala Sesuatu) merupakan paduan dari Teori Relativitas Umum-nya Oom Albert Einstein dengan Teori Mekanika Quantum-nya Max Planck sempat menggegerkan jagad Fisika beberapa waktu yang lalu! Hebatnya, saat teleskop NASA, Hubble, memotret sebuah peristiwa pembentukan galaksi baru nun jauh di angkasa sana, ternyata tepat seperti apa yang dikemukakan Hawking!
Jadi, tampaknya pendapat Hawking mengenai adanya kehidupan asing di luar angkasa tidak dapat dianggap sebagai isapan jempol!

(From VIVAnews)

Tags: across the universe amerika serikat antariksa galaksi luar angkasa pandangan planet semesta sinyal sumber daya tahun tembang

Related Post "Lagu Buat Alien"

Mengenal Android
Saya sengaja menambah kategori baru di Blogger
Inilah Google Plus yang telah saya coba !
Mungkin Anda telah mendengar bahwa Google bakal
Facebook Messenger bakal saingi YM
Mungkin sudah banyak para pengguna tablet Android
Pertamakali mencicipi Cloud Computing
Saya pernah menulis artikel di blog ini