Pengguna plugin STT2 sebaiknya hati-hati terhadap Google Panda

Artikel ini telah dibaca 3142 kali.

Rekan blogger tentu sudah pada tahu mengenai update algoritma peringkat halaman pencarian Google yang baru. Ya, namanya Google Panda. Penerapan algoritma baru oleh Google ini tampaknya bertujuan menyaring situs atau blog yang memiliki konten yang berkualitas untuk ditampilkan di halaman depan hasil pencarian Google.

Dengan update ini, Google berharap tidak ada lagi situs-situs auto generated content (AGC), blog scrapping, auto blog, dan situs tidak berkualitas lainnya yang nongkrong di peringkat atas hasil pencarian Google.

Dengan cara ini Google Panda mencoba memberikan penghargaan lebih pada halaman situs dengan artikel yg unik, berkualitas, dan benar-benar relevan dengan keyword yang dicari. Jadi tampaknya on page SEO harus benar-benar bagus. Bahkan banyak yang berpendapat kalau saat ini on page SEO lebih penting dan diperhatikan dibandingkan dengan off page SEO (backlink).

Bahkan konon dengan beberapa artikel yang low quality bisa berakibat Google menjatuhkan hukuman ke seluruh konten blog kita.

“Improve it or remove it. With Google’s Panda Update, low-quality content can impact an entire domain, but removing these pages — or moving them to a different domain — can help your rankings,” says Google’s Michael Wyszomierski.

Di banyak forum yang membahas masalah ini juga banyak yang memprediksi bahwa pada akhirnya backlink tidak lagi merupakan faktor utama untuk parameter penilaian bahwa suatu atau situs lebih bernilai dibandingkan yang lain. Kalau benar begitu, bisnis jualan link bakal surut.

Sekarang yang penting, kalau ingin bermain white hat sesuai parameter Google Panda caranya gampang: selalu berusaha menulis artikel yang unik, berkualitas, dan keyword yang tertarget. Pokoknya optimasikan on page SEO.

Terus apa hubungannya dengan penggunaan plugin Search Terms Tagging 2 (STT2)? Sang pembuat plugin ini, Mas Purwadi, sudah mengirimkan email ke seluruh pengguna untuk mengubah settingnya. Mengapa?

Ada dua fitur di SEO SearchTerms Tagging 2 yg bertentangan dg algoritma Google Panda ini. Pertama, fitur auto tagging (memperbanyak halaman tags yang terindex). Kedua, fitur link ke halaman search (memperbanyak halaman search/auto content yang terindex). Kedua fitur tersebut secara default dalam kondisi OFF. Untuk fitur-fitur lainnya tidak ada yang bertentangan dengan Google Panda.

Nah, silahkan cek ulang apakah kedua fitur tersebut sudah di-disable. Kalau masih enable berarti fitur auto tagging dan link search berpotensi memunculkan link dengan keyword ngawur yang tak tertarget. Ini bisa menimbulkan potensi mengundang Google Panda untuk mendepak blog kita. Jadi matikan saja kedua fitur tersebut.

Lalu tambahkan kode berikut ini ke dalam file robots.txt yg ada di folder public_html situs kamu:

User-agent: *
Allow: /
Disallow: /wp-
Disallow: /feed/$
Disallow: /*/feed/rss/$
Disallow: /*/trackback/$
Disallow: /*/feed/$
Disallow: /*/*/feed/$
Disallow: /*/*/feed/rss/$
Disallow: /*/*/trackback/$
Disallow: /*/*/*/feed/$
Disallow: /*/*/*/feed/rss/$
Disallow: /*/*/*/trackback/$
Disallow: /feed/
Disallow: /trackback/
Disallow: /rss/
Disallow: /comments/
Disallow: /cgi-bin/
Disallow: /*/comment-page
Disallow: /*?s=
Disallow: /wp-login.php
Disallow: /wp-register.php
Disallow: /wp-admin
Disallow: /wp-includes
Disallow: /search/
Disallow: /tags/

Jika URL search folder bukan search, gantilah “Disallow: /search/” sesuai dengan search folder kamu.

Kalau bingung dan gak mau ribet seperti saya, pakai saja plugin seperti All in One SEO, Platinum SEO, WordPress SEO, atau semacam itulah, dan set halaman Search dan Tags menjadi NoIndex. Soalnya kalau keliru utak-utik robots.txt bisa-bisa blog kita gak terindex kan jadi masalah baru.

Tags: algoritma baru google google panda search terms tagging stt2

author
Dosso Sang Isahi adalah mantan guru, sekarang berprofesi sebagai networker. Saat ini mengelola beberapa bisnis online, juga aktif dalam bidang sosial media marketing. Pria yang senang belajar hal yang berbau teknis dan IT ini bersama keluarga kecilnya tinggal di Sidoarjo, sedang menikmati kebebasan karier yang telah dicapainya.

Related Post "Pengguna plugin STT2 sebaiknya hati-hati terhadap Google Panda"

37 Free Premium WordPress Themes
Saya sharing lagi tentang theme wordpress. Berikut
Free Premium WordPress Theme
Bagi Anda yang mencari theme Wordpress dengan
Tutorial lengkap memindahkan hosting WordPress selfhosted
Seminggu ini saya suntuk berat. Gara-garanya blog