Mengenal berbagai jenis hosting

Artikel ini telah dibaca 2588 kali.

Sebagai seorang blogger atau pebisnis online, ada baiknya Anda memahami berbagai jenis hosting beserta kelebihan dan kekurangannya. Pengetahuan ini bermanfaat pada terapan penentuan spesifikasi hosting yang sesuai dengan kebutuhan website Anda, sekaligus berguna sebagai langkah mengatasi berbagai masalah yang mungkin muncul seiring perkembangan traffic dan peningkatan database. Posting mengenai berbagai jenis hosting ini ditujukan sebagai pemahaman awal untuk para pemula dan tidak bersifat teknis.

Sebagaimana kita tahu, istilah “hosting” mengacu pada konsep penyimpanan data di suatu tempat yang disebut data center (pusat data), sehingga data tersebut bisa diakses dari seluruh penjuru dunia melalui internet. Komputer yang melayani seluruh data processingnya disebut server. Bentuk server seperti PC pada umumnya, namun memiliki perbedaan dan kelebihan, karena khusus dirancang untuk lintas data online.

Server memiliki tugas berat, karena idealnya harus hidup terus selama 24 jam, setiap hari, setiap bulan, setiap tahun. Kemampuan server untuk hidup terus dalam melayani lintas data ini disebut dengan up time. Jadi makin tinggi uptime server suatu penyedia hosting makin bagus.

Untuk bisa mengakses data tersebut kita memerlukan alamat yang disebut “domain”. Misalnya saja blogger2012.com, atau blogger2012.net, dan sebagainya. Alamat domain menggunakan berbagai jenis ekstensi, misalnya .com, .net, .co.id, .org dan sebagainya. Ekstensi seperti itu disebut dengan top level domain (TLD) artinya domain tingkat atas yang banyak digunakan untuk website profesional.

Jenis hosting

Jika Anda membuat website profesional, Anda memerlukan sebuah server. Biaya untuk membuat server dan operasionalnya cukup mahal, belum lagi masalah teknisnya. Karena itu langkah yang paling mudah dan murah adalah menyewa server dari penyedia hosting. Kita tinggal membayar sesuai durasi waktu sewa dan melakukan instalasi website kita. Untuk urusan server biarkan penyedia yang melakukan hal-hal teknisnya.

1. Shared Hosting

Shared hosting adalah jenis hosting yang menyewakan satu server untuk banyak website. Karena itu disebut shared (berbagi). Server yang kita gunakan ini digunakan juga oleh banyak pihak lain. Gampangnya, satu server ditempati oleh banyak website. Nah, karena banyak yang menempati dan menggunakan resources yang sama, maka harus dibagi sesuai jatahnya masing-masing dan dibuat aturan (TOS) yang harus ditaati agar tidak merugikan pihak lain. Jika kita terlalu banyak menggunakan resource dengan memasang plugin tertentu misalnya, akibatnya pihak lain dirugikan karena resource mereka berkurang. Bila ini terjadi artinya kita melanggar TOS dan website kita bisa di-suspended.

Dari uraian di atas Anda tahu bahwa shared hosting bersifat mengikat, tidak bebas melakukan sesuatu pada website kita, karena dibatasi oleh hak-hak pihak lain. Kelebihannya, biayanya lebih murah karena sewa server dan operasional ditanggung bersama. Model shared hosting ini cocok untuk kebutuhan website dengan tingkat traffic dan ukuran database rendah.

2. Virtual Private Server (VPS)

Virtual Private Server (VPS) sering juga disebut Virtual Dedicated Server (VDS) adalah sebuah server yang resource-nya dibagi menjadi beberapa bagian dengan menggunakan software tertentu misalnya Hypervm, SolusVm, dan sebagainya.

Secara prinsip VPS ini mirip dengan shared hosting karena satu server juga ditempati oleh banyak account website. Bedanya adalah:

  • antar account VPS satu dengan VPS lain berdiri sendiri dan tidak saling terkait
  • VPS mempunyai resource yang lebih besar dan sifatnya tidak di-shared dengan pengguna VPS lain meskipun sama dalam satu induk server utama. Jadi kita bebas menggunakan resource yang merupakan jatah kita seoptimal mungkin tanpa takut mengganggu client lain.

Dengan memiliki sebuah VPS, Anda mempunyai hak penuh terhadap pengelolaannya selama tidak mengganggu server utama (dedicated server). Anda berhak menghabiskan semua resource yang sudah di alokasikan khusus untuk VPS Anda tanpa takut kena suspended karena mengganggu client lain.

Berbeda dengan shared hosting, untuk VPS ini harga sewanya beberapa kali lipat lebih mahal. Jadi kalau Anda melihat harga suatu VPS, jangan berfikir itu adalah harga all in one. Masih ada harga lain yang harus dibayar, misalnya lisensi operating systemnya, atau biaya setupnya. Kok ada biaya setup? Iya. VPS tu yang disewakan cuma hardware-nya saja. Untuk instalasi softwarenya kita harus melakukan sendiri. Kalau tidak bisa bahasa pemrogramannya, siap-siaplah mengeluarkan biaya tambahan.

VPS ini cocok untuk website dengan traffic tinggi dengan database yang berukuran besar. Pengelolaan lebih bebas daripada shared hosting.

3. Dedicated Server

Adalah tingkat tertinggi dari dunia hosting. Untuk bisa memiliki sebuah dedicated server kita bisa menempuh dengan 2 cara:

Menyewa Dedicated Server : Kita menyewa sebuah komputer yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa mulai dari instalasi software hingga instalasi listrik, tempat, dan sebagainya, oleh pihak data center atau perusahaan atau provider yang bekerjasama dengan data center. Intinya kita menyewa sebuah komputer server dan tinggal pakai.

Co-Location : Kita mempersiapkan sebuah computer lengkap dengan software server kemudian diboyong ke data center untuk ditempatkan disana. Dengan kata lain kita menitipkan komputer kita di data center dan membayar berbagai biaya yang telah dihitung sebelumnya.

Dengan memiliki sebuah dedicated server kita mempunyai kuasa penuh terhadap server. Apa pun bisa kita lakukan terhadap website/server kita, karena kita sendirilah yang menanggung resikonya. Pihak data center hanya menyediakan tempat dan fasilitas saja. Mereka sama sekali tidak tahu apa saja yang dikerjakan oleh PC server Anda. Dengan memiliki sebuah dedicated server, selain bisa digunakan untuk keperluan hosting website pribadi juga bisa dijadikan bisnis layanan shared hosting.

Dedicated server ini cocok untuk website dengan traffic yang sangat tinggi dan mampu menampung database yang luarbiasa besar. Cuma saja harganya bisa bikin geleng-geleng kepala seorang blogger biasa seperti saya 🙁

Tags: cara hosting dedicated server hosting hosting murah jenis hosting jenis server shared hosting VPS

author
Dosso Sang Isahi adalah mantan guru, sekarang berprofesi sebagai networker. Saat ini mengelola beberapa bisnis online, juga aktif dalam bidang sosial media marketing. Pria yang senang belajar hal yang berbau teknis dan IT ini bersama keluarga kecilnya tinggal di Sidoarjo, sedang menikmati kebebasan karier yang telah dicapainya.

Related Post "Mengenal berbagai jenis hosting"

Apa itu Breadcrumb-navigation ?
Mungkin diantara rekan bloger ada yang belum
Cara mereset password WordPress dari cPanel
Saya lagi suntuk berat. Salah satu blog
Habis Google Panda terbitlah Google Pinguin
Google PandaSetelah dulu Google merilis update algoritma
Cara mudah mereset password WordPress
Jika Anda lupa username dan password login