Belajar Dasar SEO 4: Menentukan Platform Blog

Artikel ini telah dibaca 8373 kali.

Ini adalah artikel ke empat mengenai belajar dasar SEO untuk membangun blog bagi pemula. Sebelumnya saya sudah tulis artikel mengenai mindset SEO, menentukan judul dan content, serta Post Secret. Sekarang saya akan bahas mengenai platform untuk sebuah blog.

Sebelum menentukan platform mana yang akan digunakan untuk membangun blog, kita harus memahami dulu mengenai beberapa hal penting mengenai platform ini. Ada banyak penyedia program untuk membangun blog di luar sana, tetapi kebanyakan orang lebih mengenal dua platform yaitu Blogger dan WordPress. Ini disebabkan dua raksasa inilah yang menguasai kerajaan blogging. Selanjutnya saya hanya membahas perbandingan kedua platform tersebut. Untuk platform lain silahkan mencoba sendiri jika sudah berpengalaman menggunakan Blogger atau WordPress.
platform blog
Meskipun kedua platform tersebut menguasai market blogging, tetapi keduanya memiliki beberapa perbedaan. Jika kita menggunakan Blogger, maka alamat blog kita adalah http://namablog.blogspot.com. Perhatikan bahwa namablogblogspot.com adalah alamat hosting karena kita menggunakan platform Blogger. Jadi Blogger menyediakan software untuk membuat blog, sekaligus sebagai hosting blog kita. Hosting adalah perusahaan/server dimana kita menyimpan program atau file-file blog. adalah nama atau judul blog yang telah kita tentukan, sedangkan
Demikian juga jika kita menggunakan platform WordPress, kita akan memiliki alamat blog http://namablog.wordpress.com. Namablog adalah nama blog kita yang menggunakan hosting wordpress.com. Jika kita menggunakan platform Blogger atau WordPress untuk membangun blog, maka kita tidak mengeluarkan biaya apapun, kecuali biaya online untuk akses internet tentunya. Oleh karena itu kita bisa memiliki blog gratis seumur hidup dengan kedua platform tersebut. Tapi ya itu tadi, blog kita sebenarnya adalah sub domain dari wordpress.com atau blogspot.com.
Lain halnya jika kita membangun blog yang selfhosted. Selfhosted artinya kita menggunakan domain (alamat web) dan hosting yang berbayar. Untuk nama domain kita harus membeli dari penyedia domain, sedangkan untuk hosting kita membayar pada penyedia hosting, bisa bulanan atau tahunan dengan harga yang bervariasi. Selfhosted blog biasanya digunakan oleh para blogger profesional atau blogger yang serius ingin membangun bisnis online. Mayoritas para blogger profesional menggunakan top domain dengan ekstensi .com (dot com) meskipun cukup banyak juga yang menggunakan ekstensi .biz, .net, atau .info, dan sebagainya.
Jika kita ingin membangun blog selfhosted, kita bisa menggunakan software blog berplatform WordPress yang disediakan oleh Post Secret (bukan Post Secret). Kita bisa download software tersebut dari WordPress.org, kemudian kita upload ke server hosting yang telah kita tentukan. Bila langkah ini yang kita pilih, maka sebelumnya kita harus memiliki nama domain terlebih dahulu. Platform inilah yang menjadi jawara di dunia blogging (lihat grafik di atas). Sedangkan untuk blog gratisan, sampai sekarang posisi Blogger belum bisa tergeser.
Lantas, apakah kita tidak bisa menggunakan Blogger untuk selfhosted? Tampaknya tidak bisa. Artinya Blogger tidak menyediakan software yang bisa dihost dimana saja seperti WordPress.org. Kalau kita menggunakan platform Blogger, maka kita pasti (baca: harus) hosting di Blogger pula. Tetapi jika kita punya suatu nama domain, kita bisa menggunakan Blogger hanya sebagai hosting saja, sedangkan alamatnya adalah nama domain kita sendiri. Contoh dan langkah free hosting di Blogger bisa dibaca di sini: membuat free domain dan cara pasang domain di Blogger. Itulah sekilas perbandingan platform Blogger dengan WordPress.
Lantas sebaiknya pilih platform yang mana? Wah, saya sendiri gak bisa menjawab karena semua sangat relatif, bergantung selera, dan kemampuan teknologi orang yang bersangkutan. Ada teman saya yang berangkat dari nol membuat blog WordPress. Dia bilang WordPress lebih enak sedangkan Blogger lebih mbulet. Sementara teman lain yang sejak pertama telah biasa menggunakan Blogger bilang kalau WordPress yang lebih ribet.
Lepas dari masalah teknis dan kemampuan handling blog, ada beberapa hal yang pantas dijadikan pertimbangan dari masing-masing kelebihan dan kekurangan kedua platform tersebut. Meski kedua platform tersebut adalah blog gratis, tetapi memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut:

  • Murah dan gratis
  • Mudah melakukan setup – Biasanya hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk setup blog tipe ini. Hanya mengisi form, memilih beberapa option kemudian menentukan desain template blog. Ini cocok bagi pemula yang baru belajar blogging.
  • Mudah pemakaiannya – Hanya perlu beberapa fitur dasar yang user friendly. Membuat posting semudah mengisi kotak kosong lalu tinggal mempublikasikannya.
  • Otomatis terupdate – Jika platform melakukan update, blog kita juga akan terupdate secara otomatis.
  • Mudah terindeks di Search Engine – Satu keuntungan dari tipe blog platform ini adalah mereka berada pada nama domain yg telah memiliki page rank yang bagus. Blog kita akan terindeks dalam waktu yang relatif singkat.

Sementara itu kekurangan dari platform blog gratis diantaranya:

  • Kemampuan konfigurasi terbatas
  • Terbatasnya desain template – Kita akan menemukan desain blog template sama antara blog satu dengan yang lain. Ini karena terbatasnya desain template yang disediakan.
  • Kurangnya kontrol atas blog dan pemakaian platform terbatasi oleh “Term of Use”.
  • Alamat blog berupa sub domain sehingga mengurangi kesan profesional
  • Masalah upgrade – Suatu saat blog anda akan semakin besar dan kompleks sehingga perlu diupgrade ke platform standalone/selfhosted. Ini akan memunculkan problem teknis dan efek samping berupa berkurangnya traffic yang datang ke blog dan penurunan rank.

Bila sudah paham kelebihan dan kekurangan platform blog gratis, sekarang muncul pertanyaan: mana yang sebaiknya dipilih, Blogger atau WordPress? Meskipun jawabannya juga relatif, tetapi saya mencoba menjawab berdasar tiga parameter: monetize, plugin, dan SEO.

  • Banyak para master bilang, bahwa WordPress lebih SEO friendly, dan saya mengakuinya. WordPress menyediakan lebih banyak fitur dan parameter yang lebih lengkap untuk pengelolaan blog sehingga lebih disukai oleh search engine. Sedangkan Blogger hanya menyediakan fitur dan parameter standar. Kita tidak bisa memahami perbedaan fitur ini jika belum mencoba langsung mengelola sebuah blog. Untuk alasan fitur dan SEO, saya menyarankan Anda langsung menggunakan WordPress bila belum pernah membuat blog.
  • Kelemahan WordPress diantaranya kita tidak bebas menggunakan plugin. Bahkan fitur plugin ini ditiadakan pada blog WordPress.com, dengan alasan melindungi sistem karena mayoritas plugin adalah program script. Ini sangat disayangkan karena plugin untuk WordPress sangat banyak dan bagus. Sedangkan di Blogger kita lebih bebas menggunakan plugin. Namun, untuk selfhosted blog dari WordPress.org kita memiliki kebebasan penuh untuk mengontrol blog kita termasuk penggunaan plugin.
  • Jika kita membuat blog yang direncanakan untuk dimonetize (cari uang lewat blogging), maka Blogger adalah pilihan yang lebih tepat. Blogger mengijinkan kita memasang script iklan apa saja termasuk Google Adsense dan Amazone. Hal ini tidak bisa kita lakukan di WordPress.com. Bahkan kita tidak diijinkan memasang script iklan pada widget atau posting. Untuk memasang script Google Adsense kita harus minta ijin sang admin. Bila disetujui, konon ada pembagian fee hasil Google Adsense antara blogger dengan WordPress.com dalam porsi tertentu. Sebenarnya kendala ini bisa diatasi dengan cara tertentu, tetapi ini adalah tindakan beresiko karena blog kita bisa dicopot!

Nah, jika sudah paham silahkan menentukan sendiri mana platform yang akan Anda gunakan. Tentu saja item-item di atas harus dipertimbangkan pula dan disesuaikan dengan berbagai pertimbangan pribadi Anda. Sebaiknya jangan memandang remeh platform blog gratis karena banyak juga pengguna yang sukses menjadi master hasil memonetisasi blog gratis tersebut, Misalnya Post Secret di WordPress.com, Post Secret di Blogspot.com (Blogger) dan Hack MSN Spaces di MSN Spaces, dan semua itu masuk dalam Top 500 at Feedster.
Kalau boleh menyarankan, jika Anda pemula seperti saya lebih baik menggunakan blog gratis dulu, bisa Blogger atau WordPres.com. Jika sudah expert  baru kita menggunakan yang selfhosted agar lebih profesional. Tapi kalau mau langsung pakai blog yang selfhosted ya monggo.


Udah dulu. Saya capek.

Tags: domain ini kei mana Menentukan mindset nama sedangkan untuk wordpress

author
Dosso Sang Isahi adalah mantan guru, sekarang berprofesi sebagai networker. Saat ini mengelola beberapa bisnis online, juga aktif dalam bidang sosial media marketing. Pria yang senang belajar hal yang berbau teknis dan IT ini bersama keluarga kecilnya tinggal di Sidoarjo, sedang menikmati kebebasan karier yang telah dicapainya.

Related Post "Belajar Dasar SEO 4: Menentukan Platform Blog"

Screengrab : Add-ons Firefox untuk capturing image
Jika Anda seorang blogger yang rajin menulis
DUA KALI KENA BLOCKING !
Saat ini saya suntuk berat. Betapa tidak?
Cara Memperoleh Backlink Dari Artikel Kita Yang Dicopas
Copas (copy-paste) artikel di internet boleh dibilang
Cara Membuat Posting Offline Dengan Windows Live Writer
Saya harus katakan, Windows Live Writer adalah